Saya coba jelaskan pake bahasa 'biasa'.
Mastering itu kerjaannya lebih banyak di logic/science daripada art, tujuannya :
- menaikkan loudness level biar "stand out", sampe batas tertentu (tergantung materi, jenis musik, dan tentunya keinginan klien)
- menyamaratakan loudness & frekuensi tiap track pada suatu album (biar levelnya ngga beda2, lalu tracknya juga ngga belang2 ada yang mendem/bright/dll.)
- merapihkan frekuensi agar hasil akhirnya terdengar sama ketika di-play di sistem2 yang berbeda
- lain2 yang berhubungan dengan susunan track (fade in/out, jeda antar track, dinamika, dsb)
- louder is not always better
Caranya gimana? Ngga ada aturan baku sih... tool-nya sih itu2 juga, EQ lagi, Compressor lagi, dll.
Paling gampang pake referensi sih. Load satu track lagu artis siapa gitu yang menurut lu cocok, lalu bandingin sama track yg lagi lu kerjain.
See?
Ya mungkin penjelasan saya ngga 100% akurat, tapi mudah2an lebih mudah dimengerti