Sat, May 25, 2013
Adevertize here? Contact +6281511505058

bet365.co.uk

Get Connected!

  • Connect and expand your network
  • View profiles and add new friends
  • Share your photos and videos
  • Create your own group or join others

Members Login



or  Sign in with Facebook

Latest Groups

  • StudioOneUG
  • WavelabUG
  • AbletonUG
  • ReaperUG
  • SonarUG

New Photos

  • inspiRasa
  • mahdesi
  • Dino Simatupang
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • inspiRasa
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • OPRC
  • inspiRasa

User Reviews

Recent activities

  • OPRC updated listing OPRC Audio Production.
    • OPRC Audio Production
    wall 45 days ago
  • OPRC added 5 new photos in LIVE ROOM 1 album
    • OPRC
    • LR 4
    • LR 3
    • LR 1
    • DRUM
    photos 45 days ago
  • OPRC updated listing OPRC Audio Production.
    • OPRC Audio Production
    wall 45 days ago
  • OPRC added 10 new photos in CONTROL ROOM 1 album
    • CR3
    • CR2
    • CR1
    • CR 11
    • CR 10
    photos 45 days ago
  • OPRC updated listing OPRC Audio Production.
    wall 51 days ago
  • OPRC updated listing OPRC Audio Production.
    wall 51 days ago
  • Sony Regeng replied to the topic 'Re: Equipment Rakitan' in the forum.
    Berani diadu dg pwr built up Mas?
    :)
    Read More...
    kunena.post 74 days ago
  • yphs_mst replied to the topic 'Seminar Sound System Design dari Community' in the forum.
    Update teratached.


    [File Attachment: 03.e-banner_rev.jpg]
    Read More...
    kunena.post 77 days ago
  • yphs_mst created a new topic ' Seminar Sound System Design dari Community' in the forum.
    Seminar SOund System Design (outdoor dan indoor) dari Community Pro Loudspeakers

    [File Attachment: 859570_863257063969_398131909_o.jpg]

    Waktu pasti dan tempat pasti akan menyusul, namun registrasi/pendaftaran bisa dilakukan dan bisa dilihat di gambar diatas.

    Hadi
    Read More...
    kunena.post 85 days ago
    • DICARI: AUDIO SALES/MARKETING @audio_station
    wall 122 days ago
    • GENERAL MANAGER (Audio Master Class Indonesia)
    wall 122 days ago
  • samkevin added new listing DICARI : GENERAL MANAGER in Lowongan.
    • DICARI : GENERAL MANAGER
    wall 122 days ago
  • admin created a blog entry Wawan Kribo : Komitm...
    Wawan Kribo demikian pria ini disapa oleh teman-teman SE dan musisi. Mixing dan Mastering engineer yang berdomisili di daerah Cengkareng ini sudah cukup banyak karya yang disumbangkan dalam kasanah musik Indonesia. Nama aseli Wawan Kribow adalah Darmawan, lahir di Jakarta tanggal 8 september 1971, mempunyai seorang putra bernama Aimar Fikri Salafi dan istri Winarsih yang berprofesi pedagang makanan. Pria yang suka main game ini akhir-akhir ini merampungkan mixing duet Simple Plan dan Tantri Kotak. Audioindonesia.com berkesempatan mewancarai beliau, berikut perbincangan kami Halo mas, ngomong-ngomong mengenai background pendidikan nih. Kabarnya mas Wawan adalah lulusan STAN dan bahkan sudah bekerja di pemerintahan? mengapa kemudian memilih menjadi seorang Sound Engineer? Saya lulus STAN tahun 1994 dan bekerja di Inspektorat Jenderal Depkeu sebagai auditor dari 1994 s/d 2004 (menghabiskan ikatan dinas 10 tahun). Saya memilih pekerjaan sebagai SE dibandingkan dengan sebagai PNS karena bidang SE sesuai dengan minat atau hobby saya. Apa sih sebenarnya yang mendasari mas Wawan tertarik dengan dunia audio? Background keluarga, kebetulan Ayah saya SE angkatan tahun '60 an Bagaimana mas Wawan mendeskripsikan diri anda sebagai seorang mix/mastering engineer? Saya sebagai sound engineer sama seperti bidang lainnya, yaitu bersungguh-sungguh dengan pekerjaan dan berusaha komit dengan pekerjaan ini, seperti menyediakan service yang sebaik-baiknya dalam bentuk hasil dan ketepatan waktu penyelesaian sesuai komitmen kepada klien. Bisa diceritakan sedikit mengenai Studio mas Wawan? Nama dan fasilitas atau jasa yang dilayani? Studio saya sangat sederhana, memakai old PTHD4 accel (PCI base card), dan beberapa outboard compressor dan digital reverb. Sampai saat ini saya belim menamai studio ini, he he. Fasilitas atau jasa yang dilayani adalah mixing dan mastering. Protools HD adalah pilihan mas Wawan sebagai DAW, boleh diceritakan alasan anda memilih PT HD dan apa kelebihannya dibanding PT Native baik secara fitur maupun sound? Saya sendiri belum pernah memakai HD Native, jadi saya tidak bisa memberikan opini lebih kurangnya daripada PTHD. Alasan saya memakai PTHD karena harga PTHD sudah jauh lebih murah dan terjangkau oleh saya. Mengenai converternya nih, pertimbangan apa yang membuat mas wawan memilih secara spesifik konverter hi end BURL untuk dikonek dengan PT HD? Apa keistimewaan converter ini menurut mas wawan? Pertimbangannya antara lain karena saya butuh converter yang bisa saya pakai untuk mastering juga dan ditambah bonus trafo pada saat mixing. Keistimewaan converter ini menurut pribadi saya adalah kualitas opamp pada DA yang "cukup" sebagai monitoring (kalau dibandingkan dengan digidesign 192 IO yang saya punya). Outboard gear apalagi yang mas Wawan pakai? reverb, compressor, EQ? Lexicon digital reverb 2 engine, empirical labs distressor el8x, tkaudio comp BC1, orban stereo limiter 418A, TL Audio 5021, Mini console TAC AMEC bullet Bagaimana dengan Summing Mixer, apakah anda juga memakai system summing pada saat mixing? Ya, saya pakai passive summing rolls folcrom Nah ini yang paling happening nih, boleh kah diceritakan mengenai projek mixing dan mastering duet Tantri 'Kotak' dengan Simple Plan? Pendekatan teknik apa yang mas Wawan pakai? mengingat Single ini pun ada versi yang sudah jadi dengan vokalis lain. Ini pekerjaan sederhana karena saya hanya mix dan mastering all vocals only (minus one sudah dimix dan dimastering oleh CLA dan TJ). Pendekatannya yang saya pakai cuma tebak2 buah manggis processor yang dipakai CLA untuk processing vocal pierre dan natasha untuk original version Terus bagaimana cara anda me'nyamakan' sound baik secara color maupun dinamik dengan mix single yang sudah ada sebelumnya? Ya tebak2 buah manggis, sewaktu saya dengar original version, vocal pierre dan natasha pakai distorsi, ya saya coba pakai distorsi juga untuk usaha menyamakan. Apakah data track Simple Plan sudah pre-processed atau masih harus di proses lagi menggunakan processor yang anda punya? menggunakan plugins atau hardware? Kalau minus one saya turunkan sekitar -14db levelnya, track selebihnya all vokal (lead vocal dan backing vocal) harus saya process karena datanya mentah (hanya sudah diedit pitchnya). Saya pakai hardware hanya eq saja selebihnya plugin. Treatment apa yang dipakai untuk Vokal Tantri? Compressor, EQ, Reverb dsb? Bisa diceritakan alasan memilih masing2 treatment dan teknik yang dipakai? Tantri dan Pierre dua2nya sama pluginnya, CLA76 waves, desser waves, EQ TAC, reverb lexicon, delay digidesign, plus paralel distorsi pakai decapitator. Oh iya plus sidechain compressor di vocal memakai impact digidesign (key dari music), tujuan biar vocal agak sedikit menyatu dengan musik. Wah seru sekali yah, tapi ngomong-ngomong menurut anda apakah dunia audio kita masih menjanjikan mengingat kondisi industri musik yang belum stabil saat ini? Menurut saya semua itu tergantung dari kita masing2 sebagai pelakunya, jika kita selalu bisa bersungguh-sungguh dan selalu menjaga komitmen, dan tidak kehilangan prioritas, saya rasa kita tidak usah khawatir tentang itu. Lebih lanjut tentang beliau, anda bisa follow akun twitter beliau di @Darmawan_Hsn
    wordpress 127 days ago
  • admin created a blog entry STRIKING THE RIGHT B...
    [caption id="attachment_553" align="alignleft" width="259" caption="Mixing Console"][/caption]

    Subjek yang paling sering ditanyakan para mahasiswa saya adalah subjek mengenai mixing. Mixing merupakan subjek yang tidak mudah untuk ditakar dan dijawab secara spesifik. Mixing sendiri termasuk proses yang emosional dan subjektif, ukuran baik atau buruknya hasil mixing sangat relatif. Satu ide mixing bisa menjadi “surga” bagi seseorang namun bisa juga menjadi “neraka” bagi yang lain. Akan tetapi, bila sebuah inspirasi mixing dieksekusikan dengan tepat, hal itu bisa membuat sebuah lagu hidup dan bahkan bisa membawa pendengarnya ke sebuah nuansa dunia yang lain.

    Kebingungan mungkin saja terjadi ketika seseorang mencoba untuk membedakan komposisi yang hebat dengan hasil mixing yang hebat. Sebagai contoh, tidak peduli betapa bagus teknik sebuah lagu dengan ketidaksempurnaan sonik, pecinta blues atau jazz klasik akan menyatakan bahwa bisa saja sebuah lagu tidak bergantung penuh pada hasil mixing di dalamnya. Dan memang begitulah seharusnya. Saya bisa menjamin bahwa ketika saya memutar lagu Beatles dan Britney Spears, sebagian besar murid akan memilih lagu Beatles sebagai lagu dengan mixing yang lebih baik, tidak peduli fakta bahwa lagu Britney-lah yang penyebaran frekuensi dan ketepatan sonicnya secara matematis lebih tepat. Jadi, bagaimana audioengineer melakukan proses mixing? Ketika sulit memutuskan spesifikasi mana yang benar atau kurang tepat, ada panduan yang bisa digunakan untuk meningkatkan peluang sukses. Yang paling penting adalah hasil mixing harus selalu simpatetik dengan komposisinya. Karakter tonal dan aplikasi processing dan efeknya harus mendukung pesan dan mood dari musik itu sendiri. Teknik ini akan membantu kita untuk membedakan tipe hasil mixing sebelum memulai prosesnya. Sebuah rekaman love song atau jazz seharusnya mampu menggoda dan menghangatkan para pendengarnya. Dalam konteks ini, saya biasanya menghindari frekuensi tengah yang kuat dan penggunaan frekuensi high-end yang berlebihan. Sebaliknya, teknik yang berlawanan bisa diaplikasikan ke pendekatan mixing band “Thrash Metal” dimana amarah di bagian mid-range justru akan menjadi kunci kesuksesan aliran lagu ini. Setiap potongan musik membutuhkan pendekatan dan mixing style yang berbeda, sekilas contohnya adalah ketika mengikuti logika ini, kita sudah masuk ke dalam proses penggabungan emosi/ sentiment sebuah lagu daripada total dari per bagian lagu. Berikut adalah tips untuk menghasilkan mixing yang lebih baik: Buatlah ruang untuk menjadi kreatif! Singkirkan hal-hal berbau teknis untuk sementara! Mixing adalah kegiatan yang menyenangkan dan bisa menjadi latihan terapi ketika dilakukan dengan tepat dan tanpa gangguan. Mix in Context! Di awal saya menjadi operator audio, saya menghabiskan waktu untuk memisahkan potongan bunyi di dalam hasil mixing, membuang waktu untuk memilah bass drum lalu snare, dan sebagainya. Selanjutnya saya ketakutan sendiri untuk menaikkan faders dalam rangka menunjukkan apa yang telah saya capai. Akan jauh lebih baik bila yang dilakukan adalah mixing dalam konteks dengan menaikan semua faders terlebih dahulu (balance – red) baru memutuskan untuk memilah bass drum. Memutar lagu selagi proses penyesuaian akan menolong untuk mendapatkan volume mix yang nyaris mirip. Fokus terhadap elemen-elemen yang paling penting dan ingatlah untuk secara konstan menyesuaikan hal-hal yang perlu disesuaikan, lalu otomatisasikan atau kompres. Ketika sudah memiliki pencapaian dasar volume mix pada pan control untuk memisahkan objek-objek yang hilang dan melepaskannya dari lekatan hasil mixing. Cukup mengejutkan ketika Anda mengetahui bahwa sedikit proses panning dapat benar-benar membantu penggabungan ruang napas tanpa penyesuaian volume. Saya selalu mencari EQ sebagai upaya akhir dan menggunakannya dengan hemat, menggabungkannya ke dalam konteks akan meningkatkan kecenderungan untuk menyamakan elemen-elemen mixing dan akan menghasilkan suara yang lebih natural. Ketika saya memainkan hasil mixing dengan setengah volume yang layak, pan, dan equalization, saya akan menambahkan kedalaman dan jarak dengan menggunakan efek seperti gema atau jeda, tentunya apabila bentuk efek tersebut bukanlah bagian dari karakter komposisi. Give Me a Break! Telinga bisa saja mudah lelah. Hasil audio yang terdengar hebat saat siang bisa berubah menjadi jelek ketika didengarkan kembali pada malam hari. Istirahatkan diri sambil bermain sedikit dengan perspektif dari hasil mixing. Ketika Anda puas dengan hasil mixing, simpan dan dengarkan kembali keesokan harinya. Kesan pertama umumnya lebih tepat dan sedikit penyesuaian seharusnya bisa menghasilkan karya hebat. Lebih dari itu semua, nikmatilah proses mixing, ingatlah bahwa music adalah seni dan kita sebagai sound engineers berperan untuk terlibat memberikan sentuhan magis di dalamnya!   Jason O’Bryan Head of Audio SSR Jakarta http://www.s-s-r.com/jakarta/ssr-team-jason-o-bryan.php    
    wordpress 127 days ago
  • inspiRasa replied to the topic 'Bagaimana mulai belajar audio?' in the forum.
    @kyosil..
    semakin besar bilangan pembagi.. semakin banyak nilai ketuk nya.. ketukan yg paling akhir yg bisa dipukul manusia yaitu 1/64.
    dengan tempo standard 120bpm. untuk belajar beat / drum, aga ribet klo autodidak. soalnya sifat nya praktis..
    lebih enak sama drummer yg berpengalaman .

    @dipoadipura..
    belajar dari recording aja dulu.. disitu kita diajarin melatih kesabaran akan pendewasaan jam terbang kuping kita..
    Read More...
    kunena.post 127 days ago
  • dipoadiputra replied to the topic 'Bagaimana mulai belajar audio?' in the forum.
    nanya juga dong<belajar audio bagusnya mulai darimana? mohon bantuannya
    Read More...
    kunena.post 130 days ago
  • danny_vinic changed profiletype to All
    wall 130 days ago

Free and Full Templates

The best bonus by bet365 Ελλάδα 100% for new user.

Login With Facebook